SERUAN MAHASISWA PEMBEBASAN  “TINGGALKAN KAPITALISME-DEMOKRASI, SUMBER KERUSAKAN DAN ALAT PENJAJAHAN,  USUNG KHILAFAH SEBAGAI MAINSTREAM PERJUANGAN MAHASISWA UNTUK KEBANGKITAN INDONESIA”

         Setelah menganalisa fakta kerusakan di berbagai bidang, Indonesia pada faktanya masih dalam keadaan terpuruk dan terjajah. Ini semua diakibatkan karena permasalahan mendasar negeri ini adalah tidak memiliki kejelasan ideologi yang meliputi konsep dan sistem pengaturan di segala aspek kehidupan, sehingga Kapitalisme sebagai sebuah Ideologi global mencengkram dan menjerumuskan Indonesia menuju jurang kehancuran. Kapitalisme dengan Landasan Sekularisme dan konsep Liberalismenya menjadikan kondisi politik, ekonomi, pendidikan, hukum dan sosial-budaya menjadi porak-poranda. Lalu siapakah yang diuntungkan? Bukan rakyat, tapi pihak asing pengusung Ideologi Kapitalisme yakni Negara-Negara Kapitalis penjajah semacam Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Rusia, China. Indonesia pun menjadi target pasar kapitalis dimana setiap perundang-undangan dibuat dalam rangka memuluskan kepentingan pihak asing untuk merampok SDA/SDE Indonesia, menjadikan rakyat Indonesia sebagai target pasar dan budak di negerinya sendiri!

      Persoalan Ideologi negara, yakni Penerapan Kapitalisme-Demokrasi dan berkuasanya rezim penguasa neolib yang merupakan kaki tangan pihak asing, dari masa ke masa sejak Indonesia merdeka menjadi pengikut setia kepentingan Ideologi Asing yakni Kapitalisme Liberal dengan menerapkan sistem politik demokrasi sebagai pintu masuk proyek liberalisasi besar-besaran dengan tujuan merampok dan menjajah Indonesia, menanamkan racun budaya hedonis liberal kepada rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, sementara Islam sebagai sebuah Ideologi dijegal dan dicampakkan.

     Kondisi seperti ini senantiasa terjadi hingga kini, dimana Indonesia telah berada pada 68 tahun usia kemerdekaan dan 15 tahun bergulirnya reformasi. Di masa-masa tersebut pula, sejarah Indonesia menorehkan tinta perjuangan para pemuda dan mahasiswa Indonesia yang tak pernah diam untuk melawan segala bentuk penindasan dan menggulirkan perubahan menuju kebangkitan. Hal ini dibuktikan dengan tumbangnya setiap rezim penguasa selalu diawali dan dipimpin oleh kalangan intelektual mahasiswa.

     Namun perlawanan mahasiswa sejak Indonesia merdeka hingga kini tak pernah menyentuh substansi dan akar permasalahan sehingga perjuangannya tak pernah mampu menyelesaikan krisis multidimensi negeri ini. Hal ini terlihat dari solusi-solusi perubahan yang ditawarkan tidak fundamen dan ideologis, sehingga negeri ini senantiasa terjebak dalam kubangan yang sama. Oleh karena itu harus ada usaha untuk mengembalikan peran mahasiswa agar kembali pada rel idealisme dengan solusi pembebasan yang hakiki dengan berbekal kejelasan konsep, ideologi, roadmap, dan masterplan pergerakan mahasiswa.

    Untuk itu, dengan mengambil momentum KONGRES MAHASISWA INDONESIA 2014, Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyerukan Resolusi kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia :

  1. Tinggalkan segala bentuk Paham dan Ideologi kufur baik Kapitalisme-Demokrasi maupun Sosialisme-Komunis, karena secara faktual dua Ideologi Kufur itulah yang menjerumuskan negeri ini ke dalam jurang kehancuran, keterpurukan dan keterjajahan.
  1. Mengganti rezim sekuler pengkhianat penjaga sistem kufur demokrasi yang sejatinya merupakan boneka sekaligus alat negara–negara kapitalis-penjajah untuk menghujamkan cengkramannya di Indonesia.
  1. Mengembalikan peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial dan agen perubahan yang mempunyai kejelasan konsep berupa roadmap dan masterplan yang mengarah pada perubahan revolusioner dan lahir dari gagasan gagasan ideologis, dimana Islam sebagai ideologi, syariah Islam sebagai landasan peraturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, dan Khilafah Islamiyyah sebagai Institusi politik yang mampu membawa negeri ini menjadi negara Mandiri, Maju, dan secara global dapat menjadi poros pemersatu kekuatan politik Islam.

Bandung, 2 Maret 2014

KONGRES MAHASISWA INDONESIA 2014